Gerai Inspirasi

ekonomika politika romantika

LightBlog
Responsive Ads Here

Monday, October 2, 2017

Kekuatan Pasar : Permintaan dan Penawaran



Sumber : https://situsbeli.com


Kekuatan Pasar : Permintaan dan Penawaran

Resume Chapter 2 Michael R. Baye, Managerial Economics and Business Strategy

Pendahuluan
Sebagaimana jin ajaib dalam cerita Aladdin, pemahaman manajer atas pentingnya informasi kondisi permintaan dan penawaran bisa menjadi penentu berhasil tidaknya sebuah bisnis. Permintaan dan penawaran adalah kekuatan yang menyetir pasar, dimana dengan mengetahui hal ini mampu membuat manajer membaca dan merancang scenario-skenario yang terjadi di dalam pasar. Prediksi perubahan harga karena produk komplementer, perubahan kondisi ekonomi masyarakat, dan hal hal lain, jelas menarik untuk dijadikan pembahasan. Lantas, bagaimana sebenarnya bentuk kekuatan dibalik pasar ini?

Permintaan
A.    Pengertian
Merupakan salah satu hukum dasar dalam ekonomi, dituangkan dalam “Hukum Permintaan”, bahwa jika harga sebuah produk naik (turun) dan faktor selain itu ceteris paribus maka permintaan atas produk itu turun (naik).
Fenomena ini akan digambarkan dalam bentuk kurva sebagaimana berikut : 

Kurva diatas menggambarkan kuantitas yang ingin dibeli konsumen dibandingkan dengan jumlah harga di pasar. Semakin rendah harga, semakin ingin konsumen membeli produk tersebut. jika dilihat, masing-masing harga memiliki dampak berbeda atas kuantitas yang ingin dibeli. Ini disebut perubahan atas kuantitas diminta, tentu dengan mempertimbangkan faktor harga sedangkan faktor lain ceteris paribus.


B.     Faktor yang Mempengaruhi Pergeseran Permintaan

Pergeseran permintaan, dipengaruhi atas perubahan permintaan. Perubahan permintaan ini dipengaruhi karena ada perubahan atas varaibel-variabel yang mempengaruhi permintaan, selain harga seperti pendapatan dan harga produk lain. Dampak dari perubahan permintaan inimenyebabkan pergeseran permintaan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan permintaan telah dipetakan oleh para ilmuwan diantaranya :

1.      Pendapatan
Pendapat sangat mempengaruhi kemampuan/daya beli konsumen. misalkan dengan penghasilan berubah dari 100.000/bulan menjadi 1.000.000/bulan akan lebih mudah bagi konsumen untuk membeli barang-barang yang dia butuhkan. Namun, hal ini tidak selalu berdampak sama untuk semua produk.
a.       Barang normal
Produk dimana jika terjadi pertambahan (penurunan) pendapatan akan membuat pertambahan (penurunan) permintaan atas produk tersebut
b.      Barang inferior
Produk dimana terjadi pertambahan (penurunan) atas pendapatan akan membuat penurunan (pertambahan) permintaan atas produk tersebut

2.      Harga barang yang berhubungan
Perubahan harga barang yang berhubungan akan berdampak pada pergeseran permintaan. Reaksi tersebut akan memunculkan 2 jenis barang, yaitu :
a.       Barang pengganti
Barang yang jika terjadi peningkatan (penurunan) harga suatu barang akan membuat peningkatan (penurunan) permintaan atas barang tersebut. Misalkan dalam hal ini adalah produk Coke dan Pepsi.
b.      Barang pelengkap
Barang yang jika terjadi peningkatan (penurunan) harga suatu barang akan menurunkan (meningkatkan) permintaan atas barang tersebut. Misalkan barang berupa Kopi dan Gula, Sepeda Motor dan Bensin.

3.      Periklanan dan selera konsumen
Ilustrasi mudah, dengan adanya iklan ditambah jika iklan tersebut sesuai dengan selera terkini, produsen dapat meningkatkan peningkatan atas produknya. Misalkan kemeja terkini, dengan harga 40.000 tanpa iklan menghasilkan permintaan sejumlah 100 unit. Dengan iklan, terjadi peningkatan permintaan hingga 150 di harga 40.000. alternative lain, dengan iklan tersedianya 100 unit baju seharga 40.000, akan rela konsumen beli seharga 50.000, maka penting membuat iklan informative yang selalu disesuaikan kondisi terkini.

4.      Populasi
Perubahan jumlah populasi akan merubah permintaan juga. Asumsinya semakin banyak populasi akan meningkatkan permintaan atas suatu produk, begitu juga proses perkembangan atau penyusutan populasi. Contoh di Jepang permintaan atas popok anak-anak lebih rendah daripada popok dewasa karena angka kelahiran disana lebih rendah dibandingkan angka kematian.

5.      Ekspektasi konsumen
Pernah bertanya-tanya mengapa produk Apple tetap tinggi peminta meskipun memiliki harga “tidak wajar”?. Karena konsumen jelas memiliki ekspektasi lebih daripada produk Apple, minimal dari harapan memperoleh status sosial di masyarakat.

6.      Faktor lain
Faktor-faktor lain ini bisa jadi adalah faktor minor dalam kehidupan. Misalkan mulainya anak sekolah meningkatkan permintaan atas alat tulis.

C.    Fungsi Permintaan (Demand Function)
adalah fungsi yang mendeskripsikan seberapa banyak sebuah barang akan dibeli dalam harga relative dari barang tersebut dan barang terkait, alternative tingkat pendapatan dan nilai alternative dari variable lain yang mempengaruhi permintaan.


Narasinya adalah produk X akan dibeli berapa banyak dalam harga produk X, harga produk Y yang berhubungan dengan X, tingkat pendapatan dan nilai alternative dari variable lain. Digambarkan sebagai berikut : 
Selain fungsi permintaan, ada juga fungsi permintaan linear, yaitu representasi fungsi permintaan dimana permintaan dari produk tertentu adalah fungsi linear dari harga, tingkat pendapatan, dan variable lain yang mempengaruhi permintaan, digambarkan sebagai berikut :

D.    Keuntungan Konsumen


Adalah nilai yang diperoleh konsumen dari sebuah produk tanpa harus membayar untuknya. Misalkan hukum harga dasar permintaan untuk satu liter air adalah 5000 rupiah, 2 liter air adalah 4000 rupiah per liter, dan 3000 rupiah untuk 3 liter air. Maka, dengan harga patokan dasar misalkan 3000 rupiah per liter (tanpa mempertimbangkan hukum harga dasar) konsumen bisa membeli 2 liter air seharga 6000 rupiah, yang memiliki nilai sama dengan 2 liter seharga 8000 rupiah dalam hukum harga dasar air ini. Maka, konsumen memperoleh manfaat senilai 8000 rupiah, dengan hanya mengeluarkan 6000 rupiah. 

Penawaran

A.    Pengertian
Adalah kuantitas barang yang ingin atau mampu diproduksi oleh produsen dalam jumlah tertentu. Keinginan ini kemudian digambarkan dalam kurva penawaran pasar. Kurva ini menggambarkan kondisi produsen dalam pasar kompetitif yang ingin dan mampu memproduksi barang dalam jumlah tertentu sedangkan faktor-faktor lain ceteris paribus.

B.     Faktor yang Mempengaruhi Pergeseran Penawaran

Perubahan harga sebuah barang mengakibatkan perubahan jumlah penawaran atas barang tersebut. hal ini mengakibatkan pergerakan sepanjang kurva penawaran. Faktor-faktor selain harga juga dapat berpengaruh terhadap penawaran,dan faktor-faktor tersebut berpengaruh terhadap pergeseran kurva penawaran. Berikut faktor-faktor tersebut :

1.      Harga bahan baku
2.      Teknologi dan aturan pemerintah
3.      Jumlah perusahaan
4.      Adanya produk pengganti
5.      Pajak
Jika semakin banyak pajak yang dibebankan kepada produsen, maka produsen akan menurunkan jumlah penawarannya. Namun jika pajak dibebankan kepada konsumen bisa jadi akan meningkatkan penawaran daripada produsen.
6.      Ekspektasi produsen

C.    Fungsi Penawaran
Adalah sebuah fungsi yang mendeskripsikan seberapa banyak daripada barang yang akan diproduksi dalam tingkat harga tertentu, tingkat harga bagan baku, dan variable lain yang mempengaruhi penawaran.  Digambarkan sebagai berikut :
 

Sedangkan fungsi linear penawaran adalah representasi dari fungsi penawaran dimana penawaran dari produk tertentu berfungsi linear dengan harga dan variable lain yang mempengaruhi penawaran.


D.    Surplus Produsen


Merupakan jumlah yang diperoleh produsen daripada kelebihan dari jumlah yang dibutuhkan yang menyebabkan mereka memproduksi barang. Misalkan produsen ingin menjual sepatu seharga dibawah 100.000. Maka, dengan harga 100.000 mereka bisa memperoleh nilai untuk 1 produk lebih banyak atau sama dengan jumlah produk yang dijual pada nilai dibawah 100.000.

Keseimbangan Pasar (Market Equilibrium)


Keseimbangan pasar dalam hal ini dalam pasar kompetitif dibangun dari adanya pertemuan daripada permintaan pasar dan kurva penawaran. Harga equilibrium adalah harga yang menyeimbangkan kuantitas diminta dengan kuantitas ditawarkan. Digambarkan secara matematis sebagai berikut :

Pengaturan Harga dan Keseimbangan Pasar
Semua penjelasan diatas adalah penggambaran kondisi dalam pasar bebas, dimana harga dan kesemuanya diserahkan kepada pasar. Namun kenyataannya tidak demikian, ada beberapa kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dengan tujuan untuk melindungi baik itu konsumen maupun produsen.

A.    Harga Eceran Tertinggi (Price Ceilings)

Dengan adanya hukum dasar kelangkaan, artinya, sebanyak apapun produk yang diproduksi tidak akan bisa selalu memenuhi kebutuhan konsumen. disini, produsen memiliki keuntungan dimana dalam kondisi tertentu mereka bisa menaikkan harga setinggi-tingginya untuk keuntungan mereka.
Maka dibuatlah kebijakan Price Ceilings, dimana maksimum harga legal yang dapat dibebankan kepada pasar.

B.     Harga Eceran Terendah (Price Floors)
Berbeda dari price ceiling, ada beberapa kondisi dimana produsen juga memerlukan harga tertentu untuk memastikan mereka tetap berproduksi. Kasus misalkan dalam musim hujan, dan objeknya adalah petani tembakau. Kualitas tembakau dalam musim hujan jelas tidak terlalu bagus, bahkan cenderung jelek. Maka, pemerintah menetapkan harga wajar untuk membeli tembakau agar petani tidak terlalu rugi dan tetap bisa meneruskan berproduksi.

Price floors adalah harga minimum legal yang bisa dibebankan kepada pasar.


Statistik Komparatif
Komparasi statistic adalah salah cara manajer memprediksi dan menganalisa dampak daripada perubahan permintaan maupun penawaran. Dampak dari perubahan ini biasanya dirasakan langsung pada equilibrium pasar. Dalam hal ini, kita mengesampingkan putusan legal pemerintah seperti HET dan HETrendah. 

A.    Perubahan dalam Permintaan


Dengan adanya perubahan dalam permintaan mungkin karena faktro tertentu seperti pertambahan pendapatan, membuat harga juga turut bergesar dari P1 menuju P2. Artinya, titik equilibrium pasar berubah dan mengalami kenaikan harga sejalan dengan pertambahan permintaan disebabkan kenaikan pendapatan konsumen.

B.     Perubahan dalam Penawaran


Dengan adanya perubahan dalam penawaran, misalkan turunnya harga bahan baku, membuat produksi semakin murah dan semakin banyak barang bisa ditawarkan. Maka, harga pun berubah dari P1 menuju P2 yang lebih murah memang. Artinya titik equilibrium pasar mengalami perubahan dan semakin murah akibat turunnya harga bahan baku dan peningkatan penawaran.



C.    Pergeseran Simultan Permintaan dan Penawaran

Sedangkan beberapa kondisi tertentu memaksa kurva dan penawaran senantiasa mengalami pergeseran dan perpindahan. Kondisi luar biasa seperti perang dan bencana alam seringkali menyebabkan hal tersebut. 

 Muhammad Abdullah 'Azzam, Bachelor Students of Management Study, Faculty of Economy and Business, Sebelas Maret University, Surakarta.
For further information contact me in felloloffee@gmail.com or azzamabdullah@student.uns.ac.id
Penerima Manfaat Beasiswa Aktifis Nusantara Dompet Dhuafa Angkatan 6

Untuk artikel menarik lainnya silahkan kunjungi pranala dibawah ini
http://fellofello.blogspot.co.id/2015/11/struktur-pasar-persaingan-sempurna.html
 http://fellofello.blogspot.co.id/2015/05/resume-marketing-kotler-and-keller_13.html

Thanks for your support! Support Us by Clicking Ads!
Follow dan Komen untuk artikel-artikel menarik lainya 


No comments:

Post a Comment